Penyeimbang Masa
Semuanya akan pergi pada waktunya. Setiap pertemuan ada perpisahan, begitu katanya. Di beberapa waktu kita akan mengalami perubahan lingkungan, tempat dan orang-orang disekitar kita akan berganti. Termasuk status kita yang akan mempengaruhi bagaimana kita akan bertindak.
Seorang bayi yang awalnya hanya dengan ibu dan dot susu akan tumbuh menjadi balita yang kenal berbagai jenis mainan dan teman-teman untuk bermain meski tidak tanpa dialog karena belum bisa berbicara. Balita itu juga nanti akan mulai sekolah, belajar di kelas dengan teman-teman dan perlahan berinteraksi. Siswa SD akan melanjutkan ke SMP lalu ke SMA. Setiap masa itu akan menjadi lingkungan yang berbeda dan dengan orang-orang yang berbeda.
Status kita saat itu juga berbeda, saat di SMA kita tidak bisa bertindak seperti anak SD untuk saling menjambak ketika tengah berbeda pendapat. Kita bertumbuh salah satunya dengan bisa menempatkan diri. Apa yang seharusnya kita lakukan, dan tidak kita lakukan.
Bagaimana proses bertumbuh itu menjadi hal yang bisa membuat seseorang berubah secara perlahan. Orang-orang yang ada di sekitarnya juga tidak tahu bagaimana ia terus bertumbuh karena masa-masa yang terus berganti. Kita tidak bisa melihat dan berinteraksi selamanya dengan orang tersebut. Perpisahan yang disebutkan sebelumnya menjadi latar belakangnya. Fokus kita mulai pada hal yang berbeda-beda untuk diri kita sendiri. Kita akan sadar untuk berubah, dan orang lain pun juga begitu.
Menyadari hal ini membuatku banyak mengamati orang-orang sekitar ku. Bukan intimidasi, ketika kami mengobrol santai dengan topik yang cukup seru terkadang aku membayangkan 'bagaimana dia di masa depan'. Ini bukan hal buruk untuk dilakukan, tidak untuk kita fokus dan mencampuri urusan orang lain apalagi membandingkannya untuk diri kita. Bukan.
Orang-orang yang di sekitar pada masa itu di masa depan akan punya perjalanan nya masing-masing dan salah satu masa nya bersama kita. Dulu saat masih SD, makan Es Kiko bagi dua setiap jam istirahat bersama sahabat sangat mengasyikkan. Pertemuan selanjutnya saat sama-sama menjadi ibu akan menjadi berbeda dengan topik pembicaraan bekal sehat untuk anak.
Kita akan punya memori dengan setiap orang di tiap masa tertentu. Di waktu selanjutnya, memiliki kemungkinan akan bertemu lagi dengan image yang berbeda. Dan kita akan melihat bagaimana kita sudah bertumbuh dan berubah sejauh itu.
Masa terus berubah dan kita terus bertumbuh. Tapi apakah kamu pernah bertanya tentang bagaimana kita bisa tumbuh ke arah yang baik dalam setiap perubahan masa?
Aku sering mempertanyakan nya. Pertanyaan itu berasal dari kekhawatiran ku saat tahu bahwa tidak semua orang berubah ke sisi positif dan malah masa nya saat itu tidak merepresentasikan dirinya yang lama sama sekali. Catatan : kita tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi, mungkin terlihat menyedihkan di mata kita beberapa saat. Tapi kita tidak tahu apa yang sudah ia tempuh dan seberapa bermakna hidupnya sebelum kita melihatnya. Kita hanya melihat dari satu waktu dan kita tidak bisa menyimpulkan itu.
Mari berbicara tentang diri kita. Kekhawatiran tetaplah menjadi kekhawatiran. Pertanyaan itu tetap menjadi pertanyaan? Kita tidak mau itu terjadi pada kita. Bagaimana caranya?
Bagaimana kita bisa tumbuh ke arah yang baik dalam setiap perubahan masa?
Sejauh ini jawaban yang kudapat adalah tentang 'tetaplah menjadi baik'
Baik pada dirimu sendiri,
baik pada Tuhanmu,
baik pada orang tuamu,
baik pada temanmu,
baik pada sesama baik itu manusia, satwa, dan alam.
Terasa membosankan dan penuh keraguan melihat jawaban itu. "Kebaikan apa yang kau maksud?!", kamu mungkin akan berteriak padaku. Tapi sebelumnya aku juga berteriak.
Baik pada dirimu adalah tentang mimpi dan kebahagiaan pribadi untukmu, baik kepada Tuhan sebagai kodrat kita dan memaknai hidup kita setiap lengah dan hilang arah, baik kepada orang lain dan lingkungan sekitar menurunkan rasa egois dan menghargai mereka yang mendukung kita. Kasih sayang dan jasa orang tua, masa muda yang menyenangkan dengan teman, orang lain dengan perasaan dan keadaan yang berbeda, serta alam dan satwa yang menjadi background kanvas kehidupan kita.
Memikirkan itu semua akan banyak mempengaruhi apa yang kita lakukan dan dampaknya. Pertimbangan itu akan mempengaruhi bagaimana kita bertindak dan akhirnya terus bertumbuh. Kebaikan itu yang menjadi kemungkinan besar membawa kita dalam perubahan positif itu.
Kebaikan mungkin juga akan menakutkan karena sekarang familiar dengan pengkhianatan.
Lalu sebesar apa kebaikan dan apa batasnya?
Kali ini aku masih belum menemukan jawaban pastinya. Baik kepada semua hal diatas mungkin akan membuatnya seimbang tapi hidup tidak semulus itu untuk berusaha menuangkan perhatian yang sama. Ada yang harus kita pilih dan kita terkadang akan lengah jika harus menggenggam nya semua.
Kamu bisa membuat keputusanmu sendiri untuk mengerti kebaikan itu dan sebesar apa kamu akan melakukannya dengan pemahaman dan keadaanmu sendiri. Tapi jangan hilangkan kebaikan itu. Love your self and respect. So God and World will love and respect it.
Selamat Bertumbuh
.png)
PUNYA UTANG DIBAYAR
BalasHapusUDAH DIKASIH PINJEM BUKAN DIBAYAR TEPAT WAKTU MALAH KABUR
BalasHapus