Sense Of Crisis

Ada salah satu kebiasaan yang sering aku lakukan dalam menyelesaikan masalah, yaitu membuat masalah baru. Ini adalah salah satu life hack dari beberapa orang-orang hebat dunia yang cocok denganku. Maybe this will help you too.

Keberuntungan dengan Masalah baru 

Ada sebuah kisah nyata pada tahun 1980-an. Jack Welth adalah CEO dari sebuah perusahaan bernama General Electric (GE), dimana saat itu GE berada pada masa kejayaan suksesnya sebagai sebuah perusahaan. Hal tersebut dibuktikan dengan posisinya menjadi bagian dari 11 perusahaan terbesar dan paling sehat di dunia. 

Pangkat Jack Welch yang merupakan CEO baru pengganti CEO sebelumnya, tidak membuatnya canggung ataupun bingung. Jack Welh malah membuat semua karyawan disana terkejut bukan main, mengatakan bahwa perusahaan GE sedang berada pada masa bahaya. Keseriusannya akan ucapan tersebut dapat telihat dari program kerja barunya sebagai CEO.

Jack Welch banyak melakukan perubahan besar seperti merombak struktur birokrasi perusahaan, merubah aturan karyawan, hingga menjual beberapa perusahaan cabang GE yang justru bagi masyarakat adalah masa depan GE. 

Dengan hanya tersisa dengan satu perusahaan GE atas ulah nya yang dianggap aneh, Jack Welth ternyata sudah mempersiapkan semuanya dengan matang. Perusahaan yang ia jual merupakan perusahaan yang hanya survive tapi tidak menghasilkan profit, sehingga dengan menjualnya ia dan karyawan bisa fokus maksimal untuk mengembangkan lebih besar perusahaan utama GE. Ia juga membangun beberapa education center dan memperbanyak training untuk meningkatkan sumber daya manusia.

Jack membayar keputusan gilanya dengan tanggung jawab untuk membesarkan perusahaan utama GE dengan maksimal. Ia tidak akan punya pilihan selain menyukseskan perusahaan GE satu-satunya meski berdiri sendiri. Mungkin saja, jika Jack Welch tidak melakukan hal itu, semua elemen perusahaan hanya akan diam menikmati kejayaan perusahaan mereka tanpa ada progress lebih lanjut, mengalami kerugian, dan memperburuk keadaan.

Mengingat 11 perusahaan yang disebut diawal kisah tadi. Saru dasawarsa berikutnya, 10 dari 11 perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan dan hanya tersisa satu. Dan satu tersebut adalah General Electric yang berada di kepemimpinan Jack Welch.

GE memperoleh keberuntungan karena ia menciptakan sendiri melalui kepemimpinannya yang luar biasa dari Jack Welch. Jack Welch menerapkan prinsip dan mengajarkan pentingnya memiliki Sense Of Crisis kepada setiap karyawan di perusahaan dan juga dirinya sendiri. Jack Welch selalu menanamkan agar kita harus menciptakan krisis sebelum krisis itu betul-betul melanda kehidupan kita.


Menyelesaikan Masalah dengan Membuat Masalah  

Malas adalah salah satu masalah sehari-hari yang melekat di diri seseorang.

Setelah tadi melihat kisah Jack Welch, mungkin beberapa dari kamu akan meragukan ini dan berpikir itu hanya terjadi pada orang-orang hebat. Mari, aku tuliskan keberhasilan prinsip Sense Of Crisis yang lebih dekat, pengalamanku.

Blog yang sedang kamu baca sekarang

Mempunyai blog pribadi untuk menuliskan semua hal yang ada di kepala ku bersama karya tulis lain dan nantinya bisa dibaca oleh semua orang, adalah my track list sejak sebelum masuk SMA. Modal menulis 3 tahun saat SMP ku yang menulis di Wattpad (Aplikasi Baca-Tulis lain) tidak menutup kemungkinan untuk mempermudah beralih ke blog.

Euphoria masa baru masuk SMA, sibuk berteman dan organisasi, mata pelajaran dan tugas mungkin menjadi alasan. Tapi sebenarnya bukan itu, masalahnya adalah rasa malas.

Akhirnya untuk mengatasi masalah itu, aku mulai menceritakan kepada orang-orang disekitarku tentang rencanaku membuat blog pribadi saat hari ulang tahun ke-18 ku. Dengan menceritakan dan membuat banyak orang menunggu, aku membuat preassure kepada diriku sendiri untuk mulai menggarapnya. Kalau tidak, semua orang mungkin akan kecewa dan mengangap niatku adalah omong kosong.

Jika aku tidak menulis blog, mungkin saja aku tidak akan rugi. Hidupku tidak akan berakhir hanya dengan menulis blog yang rencanya untuk improve diri sampingan saja. Dengan tidak adanya krisis (menjanjikan banyak orang), tidak ada dorongan untuk melaksanakan rencana baik itu. Mengaktifkan seluruh potensi dalam diri kita, dengan cara apa? Yaitu dengan menciptakan krisis dalam diri kita, menciptakan sense of crisis dalam diri kita. 

Buat Perhitungan Terburuk

Kita harus berprasangka baik, bukan?

Akan tetapi ada satu kalimat prinsip yang harus kita tau.

Expect for the best, plan for the worst, and do whatever it takes. 

Artinya, kita memang boleh berharap hal-hal yang terbaik, namun kita harus merencakan yang terburuk, dan tetap melakukan yang terbaik yang bisa kita kerjakan. 

Merencanakan yang terburuk? Izinkan kembali aku bagikan pengalaman yang pernah kurasakan.

Akhir-akhir tahun ini, kegiatan ku penuh dengan kompetisi. Pernah ada dua kompetisi beturut-turut di dalam dua minggu yang sama.

Kompetisi minggu pertama, tim kami sudah mempersiapkan segalanya dengan baik. Untuk ide, kami anggap cukup hanya dengan dipantaskan masuk semifinal, powerpoint kami sudah sangat menarik dan modern, presentasi lancar dengan latihan berulang-ulang kali lengkap dengan jargon menarik yang mendukung. Persiapan yang kami anggap matang itu ternyata tetap punya titik fatal.

Minggu pertama itu kami gagal, kami kalah bisu dengan pertanyaan-pertanyaan juri pebisnis yang mencari celah menjatuhkan ide kami. Dan tim kami, terkejut karena kami tidak mempersiapkan hal tersebut. Tidak siap dengan kemungkinan sela buruk ide bisnis kami.

Minggu kedua di kompetisi yang berbeda, pelajaran penting yang bisa ku ambil dari minggu sebelumnya. Persiapan presentasi yang matang tidak membuatku merasa cukup untuk berprasangka baik, perencanaan buruk membayangkan pertanyaan pertanyaan mematikan juri membuatku menuliskan banyak sekali kemungkinan pertanyaan juri, mempelajarinya dan mematangkan nya terus menerus.

Dan benar, aku berhasil menjawab semua pertanyaan juri dengan lancar. Aku berhasil menang.

Membuat perencanaan terburuk akan membuat diri seseorang tertekan akan kegagalan, sehingga ia akan melakukan yang lebih maksimal. 

No Plan B

Ada lagi salah satu cerita dimana menurutku menjadi salah satu cara untuk menciptakan sense of crisis.

Seorang pahlawan dari Prancis bernama Napoleon Bonaparte dikenal dengan prestasinya yang tidak pernah kalah dalam sebuah peperangan. Rahasianya, karena beliau selalu memutuskan membakar habis kapalnya setibanya di lokasi pulau musuh. Dengan membakar kapalnya, Napoleon dan seluruh prajuritnya tidak punya pilihan lain selain menang. Mereka akan menggerahkan semua kekuatan terbaik nya untuk itu.

Potensi terbaik sering kali muncul di saat kita sedang tertekan. Akan tetapi, jangan pernah menunggu keadaan menekan kita. Buatlah lebih dulu tekanan pada diri kita sendiri, sehingga nantinya ada persiapan yang matang. Kita bisa membuat krisis dalam diri kita sendiri dengan membakar plan B. 

Terkadang ketika kita merencanakan sebuah plan B, sebenarnya kita sedang merencanakan kegagalan untuk plan A

Tolong jangan menelan kalimat tersebut mentah-mentah. 

Kita bisa menciptakan kriris lewat pilihan. Keterdesakan tercipta jika kita tidak mempunyai banyak pilihan. Dengan memiliki plan B, sebenarnya kita memberikan celah ketidakyakinan pada plan A selaku plan utama kita. Merencanakan plan B, kita juga merencanakan kegagalan plan A.

Tetapiiiii, itu bukan berarti kita tidak boleh punya plan B. Niat pengungkapan kalimat di atas adalah untuk melakukan yang terbaik dan mempersiapkan secara totalitas atas rencana kita. Memang ada yang bisa terjadi di luar kontrol kita, memiliki plan B itu tidak buruk dan tidak salah. Dengan catatan, jangan jadikan plan B sebagai alasan kita untuk tidak memaksimalkan plan A atau rencana utama kita.


Summary, Sense Of Crisis menurutku sangat memberikan mindseat dan gerakan yang besar pada diri untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Cobalah. Kita bisa mulai dari hal-hal sederhana, misal matikan daya ponsel sehingga kita punya banyak waktu untuk mengerjakan tugas, masukkan sebagian uang saku ke dalam celengan permanen tanpa gembok sehingga kita bisa lebih hemat dan tabungan terisi, sistem denda jika terlambat mengumpulkan tugas, atau juga uninstall game online atau media sosial sehingga kita punya lebih banyak waktu mengerjakan hal yang lebih bermanfaat saat bosan.

Tekanan akan membuat kita bergerak. Kesimpulannya, ciptakan krisis dalam pikiran, tindakan, dan pilihan kita. Lakukan yang terbaik, ayo bergerak!


Komentar

Postingan Populer

Pinggiran Roti

Tabah Tabu