Don't Forget Our Self
Don't Forget Y-Our Self
By Isysyika Imasyta. October 24, 2022. 23:18 P.M.
Menjaga perasaan orang lain, adalah dokrin yang ada sejak kita kecil sampai beranjak dewasa. Yang nantinya dengan itu, kita bisa berinteraksi, berteman, dan bekerja sama dengan orang-orang di sekitar kita dengan mudah dan beretika.
It's good, really right. Itu adalah life basic yang harus kita pegang dalam hidup
Tapi, seiring berjalannya waktu hidup, aku merasakan bahwa hal itu ngak bersifat mutlak dan gak salah kalau kita pun melanggarnya. Menjaga perasaan orang lain, let's say yes if both of us sama sama untung dan satu pikiran pilihan satu sama lain. Kalu ngak? Bukankah itu akan jadi merugikan salah satu pihak?
Perasaan orang lain, lalu apa kabar dengan perasaan kita sendiri?
Akhir-akhir pekan ini, aku banyak mengobrol dengan orang-orang di sekitar. Satu orang menjadi teman mengobrolku dan kami berbicara banyak topik. Tentang kehidupan, manusia-manusia di sekitar, dan masa depan, kami kian bertukar argumen tentang banyak hal.
Ada lagi orang berbeda dalam dua hari yang berdekatan, dia gak merasa nyaman untuk melapor ke guru tentang ketidakadilan (menyontek) dengan alasan gak nyaman, takut dimusuhin. Padalah dia gak melihat dirinya sendiri yang sebenarnya yang dirugikan di sana
Ketidaknyamanan.
Satu hal itu membuatku kian menarik nafas panjang, sepertinya masalah anak kecil yang ingin beranjak dewasa ini sama.
Ketidaknyamanan yang membuat pikiran, overthingking.
Overthink adalah salah satu penyakit generasi remaja. Hal ini karena banyak hal entah karena pendidikan, keluarga, dan hal hal untuk bekal pendewasaan itu. Mental health adalah kata kunci yang mungkin banyak dipakai oleh para remaja di pencarian internet mereka. Karena hal ini banyak berpengaruh pada diri remaja, produktivitas dan semangat mereka.
Selain itu, overthink yang rawan terjadi itu kian malah diberatkan oleh hal ketidaknyamanan. Ketidak nyamanan yang ada dalam interaksi untuk menguntungkan (entah dua atau malah salah satu pihak). Ketika diri sesorang tidak berhasil memuaskan keinginan dan harapan orang lain, ketidaknyamanan itu pasti akan tumbuh dalam dirinya. Menjalar sampai ke pikiran dan menggorogi hati serta perlahan meremukkan tubuh nya.
Lelah yang ia rasakan.
Entahlah apa itu kunci sukses.
Tapi kunci gagal adalah selalu menyenangkan orang lain -- Jerome Polin
And that's really true. Memuaskan atau menyenagkan orang lain adalah hal yang melelahkan dan tidak akan ada hentinya. Berusahalah berhenti, lihat dirimu sendiri.
Kalau memang dari ketidaknyamanan itu kita bisa mebuat orang lain senang, sekarang lihatlah diri sendiri? Apa kita juga senang? Apa kita juga merasa nyaman?
Berhentilah berkorban berlebihan untuk orang lain, bersikaplah sewajarnya dan lakukan semampumu tanpa menyakiti. Mereka senang atas kepentingan nya sendiri, karena mereka menyenagkan dirinya sendiri, mereka hanya memikirkan dirinya. Maka kita, pikirkan diri kita sendiri
Kamu gak penting untuk orang lain. You're thinking about you, They're thinking about them too.
Nyamanlah dengan perasaan tidak nyaman. Biasakan.

Komentar
Posting Komentar